Silahkan hubungi kami jika Anda menemukan link error atau ingin memberikan masukan dan saran Contact Us Ebook Telegram

Perbedaan Mesin 2 Langkah (2-Tak) dan Mesin 4 Langkah (4-Tak)

Untuk penggolongan mesin sepeda motor berbahan bakar bensin, ada dua jenis mekanisme mesin, yaitu mesin 2-tak dan mesin 4-tak.
Please wait 0 seconds...
Scroll Down and click on Go to Link for destination
Congrats! Link is Generated
perbedaan mesin 2 langkah dan 4 langkah

MEKANISME KERJA MESIN

Untuk penggolongan mesin sepeda motor berbahan bakar bensin, ada dua jenis mekanisme mesin, yaitu mesin 2-tak dan mesin 4-tak. Penggolongan kedua jenis mesin tersebut didasarkan pada perbedaan langkah gerak dari satu siklus pembakaran pada mekanisme kerja mesin.

{tocify} $title={Daftar Isi Artikel}

Untuk memahami prinsip kerja, perlu dimengerti istilah baku yang berlaku dalam teknik otomotif, yaitu :

1.    TMA (titik mati atas), posisi piston berada pada titik paling atas dalam silinder mesin atau piston berada pada titik paling jauh dari poros engkol (crankshaft).

2.    TMB (titik mati bawah), posisi piston berada pada titik paling bawah dalam silinder mesin atau piston berada pada titik paling dekat dengan poros engkol (crankshaft).

Mesin 2-Tak ( Mesin 2 Langkah )

mesin 2 tak
Ilustrasi Mesin 2 Langkah

Satu hal yang perlu kita pahami pada mekanisme mesin 2-tak adalah mesin jenis ini mempunyai dua buah ruang, yaitu ruang crankcase dan ruang pembakaran. Ruang crankcase berfungsi menampung campuran bahan bakar yang masuk Pada mesin 2-tak, satu siklus pembakaran terjadi dua langkah piston, yaitu langkah upstroke dan downstroke.

Langkah Upstroke

Piston bergerak dari TMB ke TMA.

1.    Pada saat piston bergerak dari TMB ke TMA, terjadi proses penghisapan campuran udara, bahan bakar dan pelumas dalam wujud gas yang kemudian masuk ke dalam crankcase atau bak engkol.

2.    Setelah gas tersebut tertampung dalam bak engkol, poros engkol tetap bergerak menuju TMA, sehingga terjadi proses kompresi yang mendesak gas menuju ke saluran transfer.

3.    Beberapa saat sebelum piston mencapai TMA, katup saluran transfer akan tertutup sehingga gas campuran masih tertampung pada crankcase.

4.    Sementara itu pada ruang pembakaran, gerakan piston menuju TMA akan menyebabkan tekanan gas campuran mencapai maksimal dan terjadi proses pembakaran ketika busi menyala dalam ruang bakar.

5.    Pada proses pembakaran tersebut menghasilkan usaha dan gas buang. Usaha tolakan berfungsi memaksa piston tertekan ke bawah untuk langkah berikutnya.

Langkah Downstroke

Piston bergerak dari TMA ke TMB.

1.    Pada saat piston bergerak dari TMA ke TMB akibat tolakan usaha pembakaran, piston bergerak turun dengan memberikan tekanan ke dalam crankcase.

2.    Tekanan yang diberikan pada crankcase itu menyebabkan gas campuran bahan bakar terdorong menuju saluran transfer.

3.    Setelah posisi piston berada di TMB, katup masukan dan celah crankcase akan tertutup, sementara saluran transfer akan terbuka sehingga aliran gas campuran tersebut berpindah dari crankcase menuju ruang pembakaran.

4.    Selanjutnya gas campuran bahan bakar yang masuk ke dalam ruang pembakaran akan menekan gas sisa pembakaran keluar menuju saluran pembuangan.

Mesin 4-Tak ( Mesin 4 Langkah )

mesin 4 tak
Ilustrasi Mesin 4 Langkah

Tidak berbeda jauh dengan mesin 2-tak, mesin jenis ini juga memiliki prinsip pembakaran yang sama. Akan tetapi, cara atau mekanisme yang diterapkan dalam mesin 4-tak memiliki spesifikasi langkah dari setiap tahapan dari proses pembakaran. Langkah tersebut diantaranya, langkah hisap, langkah kompresi, langkah pembakaran dan langkah pembuangan. Jadi, selama satu siklus pembakaran, mesin tersebut mengalami 4 langkah gerakan.

1.    Langkah Hisap (Intake)

Posisi piston berada di TMB, katup masukan terbuka sehingga campuran bahan bakar dan udara masuk ke dalam ruang pembakaran.

2.    Langkah Kompresi (Compression)

Piston bergerak dari TMB menuju TMA, terjadi proses kompresi campuran bahan bakar yang menyebabkan tekanan pada campuran tersebut akan meningkat.

3.    Langkah Pembakaran (Combustion)

Setelah piston bergerak dan sampai di TMA, tekanan campuran bahan bakar berada pada keadaan maksimal. Busi menyalakan bunga api sehingga terjadi proses pembakaran yang menghasilkan usaha tolakan serta gas sisa pembakaran. Usaha tolakan tersebut yang memaksa piston untuk bergerak ke bawah kembali menuju TMB.

4.    Langkah Pembuangan

Akibat gaya tekan pada piston untuk bergerak ke bawah, maka tekanan dalam ruang pembakaran beranjak turun dan gas sisa hasil pembakaran memenuhi ruang tersebut. Kemudian katup buang terbuka sehingga gas sisa hasil pembakaran tersebut akan keluar dari sistem. Posisi piston kembali pada TMB.

Perbedaan Mesin 2-Tak dan Mesin 4-Tak

Perbedaan mesin 2-tak dengan 4-tak sungguh sangat signifikan dilihat dari jenis bahan bakar dan komponen silindernya. Perbedaan tersebut tidak terlepas dari ciri–ciri yang dimiliki oleh masing–masing kedua jenis mesin. Untuk itu, dalam pembahasan perbedaan kedua jenis mesin ini, perlu memahami ciri yang dimiliki oleh keduanya. Berikut adalah ciri - ciri dan indikator yang membedakan mesin 2-tak dengan 4-tak.

Mesin 2-tak

1.    Bahan bakarnya selalu dicampur dengan oli, baik secara langsung ke dalam tangki bensin ataupun dengan cara memisahkannya pada oli samping.

2.    Karena sistim pelumasannya dicampurkan ke dalam bensin, maka gas buang mesin 2-tak bewarna putih.

3.    Silinder tidak memiliki katup, sebagai gantinya adalah saluran transfer untuk mengatur masuknya gas ke dalam ruangan cylinder.

4.    Setiap piston hanya mempumyai 2 buah ring, yaitu ring kompresi I dan ring kompresi II.

5.    Pada siklus pistonnya, terjadi dua macam proses kompresi, yaitu kompresi atas pada ruang pembakaran dan kompresi bawah pada crankcase.

6.    Setiap 2 kali gerakan piston terjadi 1 kali pembakaran gas, sehingga Suara mesin lebih halus.

7.    Pemakaian bahan bakar lebih boros.

Mesin 4-tak

1.    Bahan bakarnya bensin murni, yang hanya dicampur dengan udara sebagai media pembakaran.

2.    Setiap silindernya memiliki dua buah katup yang masing – masing disebut katup masukan dan katup buang.

3.    Pada siklus pergerakan piston, hanya memiliki 1 macam kompresi, yaitu kompresi silinder.

4.    Setiap piston memiliki 3 buah ring, yaitu : ring kompresi I, ring kompresi II, dan ring oli. Ketiga ring ini sangat berguna untuk membantu pelumasan pada piston tersebut.

5.    Setiap 2 kali putaran kruk as (CAM), hanya terdapat 1 kali proses pembakaran mesin.

Kelebihan dan Kekurangan Mesin 2-Tak dan 4- Tak

Kedua jenis mekanisme mesin ini masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan apabila dibandingkan. Kelebihan dan kekurangan inilah yang menjadi dasar analisis kita sebagai pengguna kendaraan bermotor mengenai spesifikasi yang dibutuhkan dalam penggunaan keseharian. Oleh karena itu, akan dijabarkan beberapa kelebihan dan kekurangan dari masing-masing jenis mekanisme mesin, baik 2-tak maupun 4-tak.

Kelebihan mesin 2-tak antara lain :

1.    Dalam satu kali perputaran CAM terjadi satu kali proses pembakaran sehingga menghasilkan tenaga dan akselerasi yang cepat.

2.    Tidak memerlukan katup, komponen sistem mesin lebih sedikit, perawatan lebih mudah dan relatif murah.

3.    Mempunyai mekanisme yang lebih sederhana.

4.    Karena memiliki komponen yang relatif lebih sedikit dan mekanisme yang mudah, maka juga memiliki rasio daya per satuan berat (power per weight) yang lebih tinggi.

5.    Momen puntir untuk putaran lanjutan pada poros lebih kecil sehingga menghasilkan gerakan yang halus.

Kekurangan mesin 2-tak antara lain :

1.    Proses pembakaran berlangsung cepat, sehingga konsumsi bahan bakar akan lebih boros.

2.    Efisiensi antara konsumsi bahan bakar dengan keluaran berupa gerakan masih kurang baik.

3.    Mesin akan lebih cepat panas dan aus.

4.    Terdapat dua buah pelumas pada mekanisme kerja mesin, sehingga konsumsi terhadap pelumas sedikit lebih banyak.

5.    Menghasilkan sisa gas buang yang lebih banyak.

kelebihan mesin 4-tak antara lain:

1.    Karena proses pemasukan, kompresi, pembakaran, dan buang berdiri sendiri-sendiri sehingga lebih presisi, efisien dan stabil.

2.    Mekanisme gerakan lebih terkontrol.

3.    Tidak mudah panas karena dapat dinetralisir dengan sistim sirkulasi pelumas yang khusus untuk komponen mesin.

4.    Emisi gas buang lebih sedikit dan tidak berwarna.

5.    Konsumsi bahan bakar lebih irit.

Kekurangan mesin 4-tak antara lain:

1.    Komponen dan mekanisme gerak lebih banyak dan kompleks, sehingga perawatan akan lebih sulit.

2.    Getaran yang ditimbulkan pada sistim kerja lebih besar

3.    Tenaga yang dihasilkan sedikit lebih kecil.

4.    Dalam satu kali proses pembakaran, dibutuhkan dua putaran penuh dari CAM, sehingga pembakaran kurang cepat.

Baca juga :

Mau donasi lewat mana?

Donate with Paypal
BANK BNI - An.mechanical engineering / Rek - 2345xxx
Gopay-
Traktir creator minum kopi dengan cara memberi sedikit donasi. klik icon panah di atas

About the Author

Kami percaya bahwa akses pendidikan berkualitas adalah hak mendasar bagi setiap anak Indonesia.

Post a Comment

Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.