![]() |
| Jenis-Jenis Plagiasi yang Perlu Diketahui oleh Mahasiswa |
Plagiat dalam karya tulis ilmiah adalah masalah serius yang harus dihindari. Banyak orang masih belum menyadari pentingnya mencantumkan sumber dengan tepat saat mengutip referensi. Dalam artikel ini, kami akan membahas berbagai jenis plagiasi, mulai dari plagiat ide hingga plagiat kata demi kata, serta cara-cara efektif untuk menghindari plagiasi. Dengan pemahaman yang baik tentang pentingnya integritas akademik, kita dapat menjaga kejujuran dalam karya tulis ilmiah kita. Simak artikel ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang plagiasi dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencegahnya.
Dalam menyusun karya tulis ilmiah, mengutip dari sumber online/digital maupun sumber cetak merupakan hal yang umum. Namun, sayangnya masih banyak orang yang tidak mencantumkan sumber aslinya, yang disebut sebagai plagiasi.
Plagiasi berasal dari kata Inggris "plagiarism" atau "plagiary," serta kata Latin "plagiarius" yang berarti penculik atau penjiplak. Istilah plagiat juga diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No.17 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi.
Menurut Peraturan Menteri Pendidikan RI Nomor 17 Tahun 2010, plagiat adalah tindakan seseorang yang dengan sengaja atau tidak sengaja mencoba untuk memperoleh kredit atau nilai dalam karya ilmiah dengan mengutip karya orang lain, baik sebagian maupun seluruhnya, tanpa menyebutkan sumber dengan tepat dan memadai.
Jenis-Jenis Plagiasi
1. Berikut ini adalah jenis-jenis plagiasi berdasarkan aspek yang dicuri:
- Plagiat Ide (Plagiarism of Ideas): Mencuri ide orang lain. Jenis ini sulit dibuktikan karena ide atau gagasan bersifat abstrak dan bisa memiliki persamaan dengan ide orang lain.
- Plagiat Kata demi Kata (Word for word plagiarism): Mengutip kata demi kata orang lain tanpa menyertakan sumber yang tepat.
- Plagiat Sumber (Plagiarism of Source): Tidak mencantumkan referensi atau sumber yang dirujuk dalam kutipan. Jenis ini sangat fatal karena tidak menyebutkan referensi secara lengkap.
- Plagiat Kepengarangan (Plagiarism of Authorship): Mengakui karya tulis orang lain sebagai karya tulisnya sendiri. Ini dilakukan dengan kesadaran dan motif kesengajaan untuk membohongi publik, misalnya dengan mengganti cover buku atau sampul karya tulis orang lain dengan nama sendiri tanpa izin.
2. Jenis plagiasi berdasarkan kesengajaan:
- Plagiat Sengaja: Menggunakan, meminjam, atau menjiplak karya orang lain baik ide, gagasan, kalimat, maupun teori tanpa mencantumkan sumber referensi dengan sadar.
- Plagiat Tidak Sengaja: Menggunakan, meminjam, atau menjiplak karya orang lain tanpa sadar karena kurang pemahaman dalam mengutip.
3. Jenis plagiasi berdasarkan pola yang digunakan:
- Plagiarisme Total: Menjiplak atau mencuri hasil karya orang lain secara keseluruhan dan mengklaimnya sebagai karya sendiri.
- Plagiarisme Parsial: Menjiplak sebagian hasil karya orang lain tanpa menyertakan sumber, termasuk pernyataan, landasan teori, sampel, dan metode analisis.
- Auto-plagiasi (Self-plagiarism): Menjiplak karya sendiri, baik sebagian maupun seluruhnya. Misalnya, saat menulis artikel ilmiah, menyalin beberapa bagian dari karya sebelumnya yang telah diterbitkan tanpa menyebutkan sumbernya.
- Plagiarisme Antar Bahasa: Menerjemahkan karya tulis dari bahasa asing ke bahasa Indonesia tanpa menyebutkan sumbernya.
Cara agar terhindar dari plagiasi
Untuk menghindari plagiasi, Anda dapat mengikuti enam teknik menulis efektif berikut yang diberikan oleh panduan OWL Purdue:
- Memahami teks asli dengan baik.
- Menyusun ulang gagasan dengan kata-kata Anda sendiri.
- Membuat catatan kata kunci untuk mengingat cara Anda memahami teks asli.
- Membandingkan tulisan Anda dengan teks asli untuk memastikan semua gagasan tercakup.
- Menggunakan tanda petik ganda untuk mengidentifikasi istilah khusus atau frase yang Anda pinjam dari teks asli.
- Menyertakan sumber pada catatan Anda untuk kemudahan mencantumkan referensi jika diperlukan.
Kesimpulan & Penutup
Kesimpulan
Kami berharap artikel ini telah memberikan pemahaman yang lebih baik tentang jenis-jenis plagiasi yang ada dan pentingnya mencegahnya. Dengan mengutamakan integritas akademik, kita dapat membangun lingkungan akademik yang jujur dan berintegritas.
Mari berkomitmen untuk menghormati karya orang lain dengan mencantumkan sumber dengan tepat, sehingga kontribusi ilmiah kita dapat diakui secara adil dan kita dapat berpartisipasi dalam upaya menciptakan pengetahuan yang orisinal dan bermakna. Terima kasih telah membaca artikel ini, dan semoga kita semua dapat menghindari plagiasi dalam upaya kita memajukan ilmu pengetahuan dan pendidikan.
Penutup
Penting bagi setiap penulis dan peneliti untuk memahami konsep plagiasi dan konsekuensinya yang serius. Plagiasi bukan hanya melanggar etika akademik, tetapi juga merugikan kemajuan ilmiah dan merugikan kepercayaan publik.
Dalam upaya menghindari plagiasi, penting untuk selalu mencantumkan sumber dengan tepat dan memadai setiap kali mengutip atau menggunakan gagasan orang lain. Menjaga integritas akademik adalah tanggung jawab kita sebagai penulis dan peneliti.
