Berbagai macam jenis dari plastik sekarang dipergunakan untuk industri, masing-masing mempunyai komposisi atau kombinasi tersendiri sesuai dengan penggunaannya.
{tocify} $title={Daftar Isi Artikel}
Plastik sangat membantu sekali untuk pembuatan bentuk yang sulit yang dilaksanakan secara cepat dan berulang-ulang yang mungkin memerlukan perakitan dari bagian lain.
Plastik digolongkan menjadi 2 golongan besar, yaitu termoplastik dan termoset.
Termoplastik adalah jenis plastik yang dapat didaur ulang, yaitu jika dipanaskan lagi memiliki sifat plastis sehingga dapat dicetak lagi. Sebaliknya termoset jika dipanaskan akan langsung mengeras dan menjadi arang, sehingga tidak dapat didaur ulang. Data teknis dari beberapa jenis termoplastik ditunjukkan oleh tabel dibawah: Dwonload Tabel
Keuntungan plastik diantaranya yaitu :
- Massa jenis kecil berkisar antara 0,9 -2 gr/cm2
- Tahan terhadap bahan kimia baik (asam, basa, garam)
- Sifat isolasi terhadap arus listrik sangat baik
- Sifat isolasi terhadap panas baik
- Sifat mudah dikerjakan, misal dirol, dipres dan dituang
- Mempunyai permukaan yang padat dan halus serta mudah diwarnai
- Pembuatannya relatif murah.
Adapun kerugian plastik adalah sebagai berikut :
- Kekuatan mekanisnya kecil
- Sifatnya tahan panasnya kurang (kecuali beberapa jenis)
- Sifat muai panasnya besar
- Kekerasannya kurang dan tidak tahan goresan
- Mudah retak pada suhu kamar
- Daya penyerapan airnya relatif tinggi.
Saat ini banyak terdapat plastik di pasaran, sehingga sulit untuk mengenali semua polimer secara individu. Namun banyak sifat-sifat plastik yang mudah dikenali meskipun baru melihat sampelnya terutama sifat-sifat fisiknya. Beberapa polimer dapat dites dengan mudah dan secara relatif peralatan yang digunakan pun juga cukup sederhana diantaranya dapat berupa tes panas dan uji mekanis (kekakuan atau keuletan).
Baca Juga: Pengertian, Klasifikasi, Kekurangan dan Kelebihan Bahan Plastik
Prosedur paling umum yang banyak digunakan untuk mengenali masing-masing polimer adalah tes panas. Meskipun pengujian panas tidak selalu akurat, disebabkan karena isian dan logam yang dapat mengubah karakteristik polimer, tapi tes ini cukup memuaskan untuk mayoritas plastik yang ada di pasaran.
Pengujian pada pelarut kimia yang lebih akurat terlalu berbahaya untuk dilakukan di laboratorium oleh para pemula.Pengujian ini harus dilakukan oleh para ilmuwan yang berpengalaman dalam industri plastik karena tes ini melibatkan asam panas dan bahan kimia yang harus ditangani dengan sangat hati-hati.
Langkah pertama dalam identifikasi bahan plastik adalah untuk menentukan apakah bahan tersebut merupakan resin thermosetting atau thermoplastik. Cara terbaik untuk menentukan yaitu dengan batang kaca di atas nyala api Bunsen dan menekannya pada sampel tersebut.
Bila resin menjadi halus dan meleleh, resin tersebut berarti resin thermoplastik. Metode lain adalah dengan meletakkan sepotong kecil sampel pada tabung uji dan memanasinya sampai menjadi hitam dan membusuk (thermosetting) atau meleleh (thermoplastik).
Berikut ini beberapa hal yang dapat kita ketahui dari plastik thermoplastik dan thermosetting :
1. Thermosetting
Thermosetting merupakan jenis plastik yang tidak dapat didaur ulang karena plastik jenis ini akan langsung mengeras dan menjadi arang jika dipanaskan.Plastik thermosetting meliputi Phenol Formaldehyde (PF), Urea Formaldehyde (UF),Melamine Formaldehyde (MF), Alkyds, Epoxy resin (EP), Polyurethane (PUR), Silicones serta Acrylic. Polycarbonat (PC), teflon, PVC, nylon, cellulosics, polyfluorocarbon, stryrene acrylonitrile (SAN), acetal.
2. Thermoplastik
Thermoplastik merupakan jenis plastik yang dapat didaur ulang, yaitu dapat dicairkan dan dialirkan bila dipanasi sehingga dapat dibentuk atau membeku kembali bila pemanasnya dihentikan.
Bahan-bahan yang termasuk thermoplastik antara lain :
POLYSTERENE (PS)
Jenis : General Purpose (GP-PS), High impact (HI-PS) dan Expandable Foam.
Bentuk bahan : Butiran (Granular).
Sifat-sifat umum:
- Murah
- Mudah diolah
- Tahan terhadap bahan kimia
- Menjadi lembek dengan bahan hidrocarbon
- Bening
- Berdaya guna
Aplikasi :
General purpose: untuk botol, kemasan stoples, lampu kristal kotak kaset, tutup botol, wadah produk, lembaran, mainan anak-anak, dsb.
High Impact: untuk kabinet TV, radio, lemari es, mesin cuci, gantungan baju, alat elektronika, rumah pita kaset, dsb.
Expandable Foam : untuk busa pelapis sebagai peredam benturan untuk produk yang dikemas dalam kotak (misal TV, radio, alat ukur dsb).
POLYETHYLENE (PE)
Jenis : plastik polyethelene memiliki 2 jenis utama, yaitu LDPE (Low Density Polyethylene) dan HDPE (hight density polyethylene). Bentuk bahan : Butiran.
Sifat-sifat umum :
- Daya tahan kimianya sangat baik.
- Faktor tenaga yang rendah
- Ketahanan mekanikal yang rendah
- Daya tahan kelembaban uap yang tangguh dan sangat luwes.
Aplikasi :
Film dan lembaran untuk kemasan, insulasi kawat dan kabel, pipa, lapisan, pembalut, caetakan, mainan anak-anak dan alat-alat rumah tangga.
POLYPROPHYLENE (PP)
Bentuk bahan : Butiran
Sifat-sifat :
- Tanpa bau dan warna
- Tahan panas
- Keras permukaan yang sangat baik
- Sangat tahan kimia
- Sifat elektrikal yang baik
Aplikasi :
Alat-alat rumah tangga, kesehatan, mainan anak-anak, komponen elektronika, tabung dan pipa, serat dan filamen pembalut.
ACRYLONITRYL BUTADINE STYRENE (ABS)
Bentuk bahan : butiran.
Sifat-sifat :
- Tahan terhadap suhu hingga 212 F.
- Koefisien geseknya rendah.
- Daya tahan terhadap pemakaian (Wear resistance) dan gesekan baik.
- Tahan terhadap sebagian besar bahan kimia yang umum dan beberapa hidrokarbon.
- Sifat-sifat listrik yang baik, tetapi mudah terbakar.
- Kekerasan dan kekakuannya sangat tinggi.
- Tetap liat pada suhu 40 F.
Aplikasi:
Untuk kotak radio,helm olah raga,ornamen pelengkap barang logam, koper-koper barang, lambung kapal motor ,dan barang teknik lainnya.
POLYMETHIL METACRYLATE (PMMA atau Acrylik)
Bentuk bahan: Butiran dan cairan.
Sifat-sifat:
- Bening kristal
- Unggul terhadap pengaruh cuaca
- Cukup tahan terhadap kimia
- Tahan benturan
- Memiliki daya lentur yang baik
- Tahan ultraviolet
Aplikasi:
Panel-panel dekorasi dan bangunan, kubah, sistem lensa otomatis, ubin berkilat, jendela, tirai, papan nama/tanda, pembalut dan perekat elastomer.
Baca Juga : Identifikasi Plastik
Kebanyakan plastik mempunyai karakteristik tertentu ketika terkena panas. Karakteristik-karakteristik tersebut adalah mudah terbakar, warna dan sifat api, ada dan tidak adanya asap, perilaku meleleh (misalnya menetes atau membengkak), dan bau. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Apa perbedaan plastik termoseting dan plastik termoplastik?
Berdasarkan ketahanan panas, polimer dapat diklasifikasikan menjadi polimer termoseting dan polimer termoplastik. Perbedaan plastik termoseting dan plastik termoplastik berdasarkan:
Ketahanan terhadap panas = polimer termoseting tahan terhadap panas, sedangkan polimer termoplastik tidak tahan panas.
Sifat kelarutan = polimer termoseting tidak mudah larut dalam pelarut apapun, sedangkan polimer termoplastik mudah larut dalam pelarut yang sesuai.
Pembentukan ulang = polimer termoseting tidak dapat dibentuk ulang, sedangkan polimer termoplastik dapat dibentuk ulang.
